Hitung perkiraan eGFR menggunakan persamaan CKD-EPI 2021 serta estimasi klirens kreatinin Cockcroft-Gault sebagai informasi tambahan.
Kalkulator eGFR ini ditujukan untuk orang dewasa usia 18 tahun atau lebih.
Diperlukan oleh persamaan CKD-EPI 2021.
Gunakan nilai kreatinin dari hasil pemeriksaan laboratorium.
Digunakan untuk estimasi CrCl Cockcroft-Gault.
Digunakan untuk menghitung luas permukaan tubuh dan membantu menampilkan informasi tambahan.
eGFR adalah estimasi laju filtrasi glomerulus, bukan pengukuran langsung fungsi ginjal.
Nilai ini adalah estimasi CrCl dalam mL/menit dan berbeda konsep dari eGFR yang dinormalisasi terhadap luas permukaan tubuh 1,73 m².
| Kategori | eGFR | Deskripsi |
|---|---|---|
| G1 | ≥ 90 | Normal atau tinggi |
| G2 | 60–89 | Menurun ringan |
| G3a | 45–59 | Menurun ringan hingga sedang |
| G3b | 30–44 | Menurun sedang hingga berat |
| G4 | 15–29 | Menurun berat |
| G5 | < 15 | Gagal ginjal |
eGFR atau estimated glomerular filtration rate adalah perkiraan laju filtrasi glomerulus yang digunakan untuk membantu menilai fungsi penyaringan ginjal. Nilai eGFR umumnya dilaporkan dalam satuan mL/menit/1,73 m².
Sementara itu, klirens kreatinin atau creatinine clearance (CrCl) adalah perkiraan kemampuan ginjal membersihkan kreatinin dari darah. Salah satu rumus yang secara historis banyak digunakan untuk memperkirakan CrCl adalah Cockcroft-Gault.
Keduanya berhubungan dengan fungsi filtrasi ginjal, tetapi tidak boleh dianggap sebagai angka yang identik. eGFR CKD-EPI 2021 menggunakan usia, jenis kelamin, dan kreatinin serum, sedangkan Cockcroft-Gault juga menggunakan berat badan.
Kalkulator utama menggunakan persamaan 2021 CKD-EPI berbasis kreatinin yang tidak menggunakan faktor ras. Persamaan ini direkomendasikan untuk estimasi GFR pada orang dewasa.
Fungsi min berarti mengambil nilai terkecil antara SCr/κ dan 1, sedangkan max berarti mengambil nilai terbesar antara SCr/κ dan 1.
Kalkulator ini juga menampilkan estimasi CrCl menggunakan persamaan Cockcroft-Gault. Rumus ini menggunakan usia, berat badan, kreatinin serum, dan faktor perempuan.
Karena Cockcroft-Gault dan eGFR CKD-EPI mempunyai tujuan, satuan, serta karakteristik yang berbeda, hasil keduanya tidak boleh dibandingkan secara langsung seolah-olah merupakan angka yang sama. National Kidney Foundation juga menjelaskan keterbatasan Cockcroft-Gault dan mendorong penggunaan persamaan eGFR yang lebih modern untuk banyak keputusan klinis pada orang dewasa.
Misalnya seorang laki-laki berusia 55 tahun memiliki kreatinin serum 1,2 mg/dL.
Karena laki-laki, nilai κ adalah 0,9 dan α adalah −0,302. Kemudian nilai tersebut dimasukkan ke dalam persamaan CKD-EPI 2021.
Selanjutnya nilai tersebut digunakan dalam persamaan CKD-EPI 2021 bersama usia 55 tahun. Hasil akhirnya merupakan estimasi eGFR dalam mL/min/1,73 m².
Kalkulator melakukan seluruh proses matematika tersebut secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu menghitung pangkat dan fungsi minimum-maksimum secara manual. Karena manusia sudah cukup sibuk dengan tagihan listrik.
Misalnya usia 55 tahun, berat badan 70 kg, dan kreatinin serum 1,2 mg/dL.
Jadi estimasi klirens kreatinin menggunakan Cockcroft-Gault pada contoh tersebut sekitar 68,9 mL/menit.
Angka ini tidak sama dengan eGFR CKD-EPI dan tidak boleh digunakan untuk membuat diagnosis hanya berdasarkan satu hasil kalkulator.
KDIGO mengelompokkan GFR ke dalam beberapa kategori. Kategori ini digunakan dalam kerangka penilaian penyakit ginjal kronis bersama penyebab penyakit dan albuminuria.
G1 dikategorikan sebagai normal atau tinggi. Namun, eGFR ≥90 tidak otomatis berarti seseorang pasti tidak mempunyai penyakit ginjal. Adanya penanda kerusakan ginjal lain tetap perlu dipertimbangkan.
G2 menunjukkan penurunan ringan. Nilai dalam rentang ini perlu diinterpretasikan bersama faktor lain, terutama penanda kerusakan ginjal seperti albuminuria.
G3a menunjukkan penurunan GFR ringan hingga sedang.
G3b menunjukkan penurunan GFR sedang hingga berat.
G4 menunjukkan penurunan GFR yang berat dan membutuhkan evaluasi medis yang sesuai.
G5 dikategorikan sebagai gagal ginjal dalam klasifikasi GFR KDIGO. Penilaian klinis langsung sangat penting pada kondisi ini.
Tidak sesederhana itu. Penyakit ginjal kronis dinilai berdasarkan adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung setidaknya tiga bulan dan mempunyai implikasi terhadap kesehatan. Karena itu, satu angka eGFR dari satu kali pemeriksaan tidak cukup untuk menyimpulkan diagnosis penyakit ginjal kronis.
Perubahan eGFR dari waktu ke waktu sering lebih informatif daripada hanya melihat satu angka. NIDDK juga menekankan bahwa eGFR merupakan estimasi dan bukan pengukuran fungsi ginjal yang presisi.
Kreatinin merupakan produk limbah metabolisme otot yang biasanya dikeluarkan melalui ginjal. Karena konsentrasi kreatinin darah dipengaruhi oleh proses filtrasi ginjal, kreatinin serum dapat digunakan sebagai salah satu penanda untuk memperkirakan GFR.
Namun, kreatinin tidak hanya dipengaruhi oleh fungsi ginjal. Massa otot, pola makan, kondisi tertentu, dan faktor lainnya dapat memengaruhi kadar kreatinin. Karena itu, persamaan eGFR menggunakan beberapa variabel untuk menghasilkan estimasi yang lebih informatif daripada sekadar melihat angka kreatinin secara terpisah.
Persamaan CKD-EPI 2021 menggunakan koefisien berbeda berdasarkan jenis kelamin karena hubungan statistik antara kreatinin, usia, dan GFR berbeda dalam model persamaan tersebut. Rumus resmi menggunakan κ 0,7 untuk perempuan dan 0,9 untuk laki-laki serta faktor 1,012 untuk perempuan.
Persamaan CKD-EPI 2021 yang digunakan dalam kalkulator ini tidak memasukkan koefisien ras. NIDDK dan National Kidney Foundation mendukung penggunaan persamaan eGFR yang tidak menggunakan faktor ras untuk orang dewasa.
Secara umum, persamaan eGFR memberikan estimasi yang lebih informatif daripada menggunakan angka kreatinin serum saja karena memasukkan variabel seperti usia dan jenis kelamin.
NIDDK juga menjelaskan bahwa kombinasi kreatinin dan cystatin C dapat memberikan estimasi yang lebih akurat dibandingkan penggunaan kreatinin saja pada situasi tertentu. Terutama ketika hasil eGFR berada dekat titik keputusan klinis penting, pemeriksaan tambahan dapat menjadi relevan.
Cystatin C merupakan penanda lain yang dapat digunakan untuk memperkirakan GFR. Persamaan CKD-EPI yang menggabungkan kreatinin dan cystatin C dapat memberikan estimasi yang lebih akurat dan dengan bias lebih kecil dibandingkan penggunaan kreatinin saja dalam banyak konteks.
Kalkulator Costindo ini menggunakan versi berbasis kreatinin karena data kreatinin serum jauh lebih umum tersedia pada hasil laboratorium rutin. Kalkulator ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan cystatin C ketika pemeriksaan tersebut secara klinis diperlukan.
Gunakan nilai kreatinin serum yang tercantum pada hasil pemeriksaan laboratorium. Sebaiknya jangan memasukkan angka perkiraan atau menebak nilai kreatinin karena perubahan kecil pada kreatinin dapat memengaruhi hasil estimasi.
Persamaan CKD-EPI 2021 dirancang menggunakan pengukuran kreatinin yang terstandarisasi terhadap metode referensi IDMS.
eGFR bukan pengukuran langsung GFR. Hasilnya adalah estimasi yang memiliki tingkat ketidakpastian. NIDDK menyatakan bahwa persamaan estimasi menjadi kurang akurat pada kadar GFR yang lebih tinggi dan bahwa tren hasil dari waktu ke waktu dapat lebih informatif daripada satu hasil tunggal.
Kondisi tertentu yang mengubah produksi atau distribusi kreatinin juga dapat membuat estimasi berbasis kreatinin kurang sesuai. Karena itu, hasil kalkulator tidak boleh digunakan sendirian untuk menentukan diagnosis, prognosis, atau dosis obat.
Kalkulator Klirens Kreatinin & eGFR Fungsi Ginjal Costindo dirancang untuk memberikan dua estimasi yang sering ditemui dalam evaluasi fungsi filtrasi ginjal: eGFR menggunakan CKD-EPI 2021 dan estimasi CrCl menggunakan Cockcroft-Gault.
eGFR CKD-EPI 2021 merupakan hasil utama karena menggunakan persamaan modern tanpa faktor ras dan direkomendasikan untuk estimasi GFR pada orang dewasa. Sementara itu, Cockcroft-Gault ditampilkan sebagai estimasi tambahan dan tidak boleh dianggap sama dengan eGFR.
Hasil kalkulator sebaiknya digunakan sebagai informasi edukatif, bukan sebagai diagnosis. Penilaian fungsi ginjal yang sebenarnya membutuhkan interpretasi hasil laboratorium dan kondisi klinis secara menyeluruh, termasuk bila diperlukan pemeriksaan albuminuria, cystatin C, atau pemeriksaan lainnya.