4 Jenis Pasir Urug dan Harga per Kubik

Costindo – Jenis pasir urug menjadi salah satu informasi yang penting diketahui sebelum membeli material untuk proyek pembangunan. Meskipun sama-sama disebut pasir urug atau pasir timbun, setiap jenis memiliki karakteristik, fungsi, hingga kisaran harga yang berbeda.

Spesifikasi pasir urug yang baik yaitu wajib kasar dan keras, selain itu ada butiran yang cukup bersih. Dengan tidak adanya campuran lumpur dan sampah, serta bahan-bahan organik lainnya, hal ini yang membuat penyebaran dan pemadatan pada pondasi jadi lebih merata berdasarkan sumber dari PUBI (Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia)

Dengan memahami perbedaannya, akan membantu kita memilih material yang sesuai dengan kebutuhan, menghindari pemborosan anggaran, sekaligus menghasilkan konstruksi yang lebih kuat dan stabil.

1. Pasir Urug Kasar

jenis pasir urug, pasir urug kasar

Pasir urug dengan tekstur kasar merupakan salah satu material yang paling sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi, terutama sebagai lapisan dasar sebelum pengecoran atau pemasangan lantai.

Material ini memiliki ukuran butiran yang relatif besar dengan kandungan kerikil halus atau batu-batu kecil sehingga mampu memberikan daya dukung yang baik terhadap beban di atasnya.

Karakteristik utama pasir urug kasar adalah teksturnya yang tidak terlalu padat ketika baru ditebarkan, tetapi dapat dipadatkan menggunakan stamper atau alat pemadat hingga membentuk lapisan yang kokoh. Karena itulah, jenis pasir ini menjadi pilihan utama untuk pekerjaan yang membutuhkan pondasi dasar yang stabil.

A. Asal Pasir Urug Kasar

Pasir urug kasar umumnya berasal dari beberapa sumber, antara lain:

  • Sungai dengan aliran deras yang membawa material batuan.
  • Area penambangan kaki gunung.
  • Hasil pemecahan batu alam yang kemudian disaring sesuai ukuran tertentu.

Sumber material sangat memengaruhi kualitas pasir. Pasir dari daerah pegunungan biasanya memiliki butiran yang lebih keras karena berasal dari batuan vulkanik, sedangkan pasir sungai cenderung memiliki bentuk butiran yang lebih membulat akibat proses alami aliran air.

Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Pasir dan Semen untuk Plesteran Dinding yang Sempurna

B. Kegunaan Pasir Urug Kasar

Material ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai pekerjaan konstruksi, seperti:

  • Urugan dasar lantai rumah.
  • Lapisan pondasi sebelum pengecoran.
  • Pengurugan halaman.
  • Pengisian area yang mengalami penurunan tanah.
  • Dasar pemasangan paving block.
  • Urugan jalan lingkungan.

Dengan ukuran butiran yang lebih besar, pasir urug kasar mampu mempercepat proses drainase sehingga air tidak mudah menggenang di dalam lapisan tanah.

C. Harga Pasir Urug Kasar per Kubik

Harga pasir urug kasar dapat berbeda di setiap daerah tergantung lokasi tambang, biaya transportasi, serta volume pembelian. Secara umum, kisaran harganya berada pada rentang:

Rp180.000 hingga Rp300.000 per m³ (kubik).

Untuk pembelian menggunakan truk engkel atau dump truck, harga biasanya dihitung berdasarkan kapasitas muatan sehingga biaya pengiriman menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap total pengeluaran.

Baca Juga: Anti Rugi! Menghitung Kebutuhan Pasir untuk Plester Lantai dengan Tepat

2. Pasir Urug Halus

jenis pasir urug, pasir urug halus

Pasir urug halus memiliki ukuran butiran yang lebih kecil dibandingkan pasir urug kasar. Teksturnya lebih lembut dan mampu mengisi rongga-rongga kecil pada permukaan tanah sehingga menghasilkan lapisan yang lebih rata.

Jenis psir urug ini bukanlah pasir untuk plester atau pasangan bata, melainkan pasir yang dimanfaatkan sebagai material pengurugan dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi setelah dipadatkan. Karena ukuran partikelnya lebih kecil, hasil urugan menjadi lebih rapat dan minim rongga.

Selain untuk urug, pasir halus juga digunakan untuk paving block, karena memiliki struktur yang stabil dan rata untuk menahan beban.

A. Asal Pasir Urug Halus

Pasir urug halus biasanya diperoleh dari:

  • Penambangan pasir sungai.
  • Endapan pasir alami.
  • Penyaringan pasir hasil tambang untuk memisahkan butiran yang lebih besar.

Proses penyaringan menghasilkan material dengan ukuran yang lebih seragam sehingga mudah diratakan saat diaplikasikan di lapangan.

B. Kegunaan Pasir Urug Halus

Beberapa penggunaan pasir urug halus antara lain:

  • Meratakan permukaan tanah sebelum pemasangan keramik outdoor.
  • Dasar pemasangan paving block.
  • Pengurugan taman.
  • Pengisian celah atau rongga pada pekerjaan landscape.
  • Lapisan penutup urugan kasar agar permukaan lebih halus.

Pada pekerjaan halaman rumah, penggunaan pasir urug halus sering dipilih karena memberikan hasil akhir yang lebih rapi dan mudah dipadatkan menggunakan alat manual maupun mesin.

C. Harga Pasir Urug Halus per Kubik

Harga pasir urug halus umumnya sedikit lebih tinggi apabila melalui proses penyaringan tambahan. Kisaran harga di berbagai wilayah Indonesia berkisar antara:

Rp200.000 hingga Rp330.000 per m³ (kubik).

Harga tersebut dapat berubah mengikuti musim, permintaan pasar, jarak pengiriman, dan ketersediaan material di lokasi tambang.

3. Pasir Urug Campuran

pasir urug campuran, jenis pasir urug, sirtu

Pasir urug campuran merupakan kombinasi antara pasir berukuran halus dan kasar, atau biasa juga disebut degan sirtu (pasir batu) dalam komposisi tertentu. Perpaduan kedua ukuran butiran ini menghasilkan material yang cukup padat namun tetap memiliki kemampuan drainase yang baik.

Jenis pasir ini menjadi pilihan bagi proyek yang membutuhkan keseimbangan antara kekuatan lapisan dasar dan kemudahan dalam proses pemadatan. Tidak heran jika pasir urug campuran cukup banyak digunakan pada pembangunan rumah tinggal maupun bangunan komersial.

A. Asal Pasir Urug Campuran

Pasir urug campuran dapat berasal dari:

  • Campuran pasir sungai dan pasir gunung.
  • Material hasil sortir tambang.
  • Proses pencampuran langsung oleh pemasok material bangunan.

Komposisi campuran biasanya disesuaikan dengan kebutuhan proyek sehingga karakteristiknya dapat sedikit berbeda antar penyedia material.

B. Kegunaan Pasir Urug Campuran

Pasir urug campuran banyak diaplikasikan pada berbagai pekerjaan, di antaranya:

  • Urugan lantai bangunan.
  • Dasar pondasi ringan.
  • Pengisian area kosong sebelum pengecoran.
  • Urugan halaman rumah.
  • Persiapan pemasangan paving dan conblock.

Keunggulan utama material ini adalah tingkat kepadatan yang cukup baik tanpa mengurangi kemampuan air meresap ke dalam tanah.

C. Harga Pasir Urug Campuran per Kubik

Karena terdiri atas kombinasi beberapa jenis pasir, harga pasir urug campuran relatif bervariasi. Secara umum berada pada kisaran:

Rp190.000 hingga Rp320.000 per m³ (kubik).

Pada proyek berskala besar, pembelian dalam jumlah banyak biasanya memberikan harga yang lebih ekonomis dibandingkan pembelian eceran.

4. Pasir Gunung

pasir gunung, jenis pasir urug

Jenis pasir urug yang terakhir adalah pasir gunung, merupakan material yang berasal dari aktivitas vulkanik dan pelapukan batuan di kawasan pegunungan. Butirannya cenderung tajam, bertekstur kasar, serta memiliki daya ikat yang baik sehingga banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi.

Selain digunakan sebagai bahan campuran beton atau mortar setelah melalui proses penyaringan, pasir gunung juga cukup sering dimanfaatkan sebagai material urug, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan lapisan dasar yang kuat.

A. Asal Pasir Gunung

Sesuai namanya, pasir gunung berasal dari kawasan pegunungan, terutama daerah yang memiliki aktivitas vulkanik. Material ini diperoleh melalui proses penambangan legal pada area yang telah mendapatkan izin.

Beberapa daerah penghasil pasir gunung di Indonesia antara lain berada di sekitar lereng gunung berapi, wilayah dataran tinggi, dan kawasan yang memiliki endapan material vulkanik dalam jumlah besar.

B. Kegunaan Pasir Gunung

Pasir gunung sering disebut jenis pasir urug yang memiliki banyak fungsi dalam dunia konstruksi, seperti:

  • Urugan pondasi bangunan.
  • Lapisan dasar lantai rumah.
  • Pengurugan jalan.
  • Dasar pemasangan paving block.
  • Material timbunan pada proyek pembangunan.
  • Campuran pekerjaan beton setelah memenuhi spesifikasi tertentu.

Karena berasal dari batuan vulkanik, material ini dikenal memiliki kekuatan yang cukup baik untuk menopang beban konstruksi.

C. Harga Pasir Gunung per Kubik

Harga pasir gunung dipengaruhi oleh lokasi tambang, kualitas material, dan biaya distribusi menuju lokasi proyek. Secara umum kisaran harganya adalah:

Rp220.000 hingga Rp380.000 per m³ (kubik).

Apabila lokasi proyek berada jauh dari sumber tambang, biaya angkut dapat menjadi komponen terbesar dalam total harga pembelian.

Cara Memilih Jenis Pasir Urug yang Tepat

Memilih pasir urug tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga menyesuaikan karakteristik material dengan kebutuhan pekerjaan. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan meliputi:

  • Perhatikan ukuran butiran. Butiran besar cocok untuk lapisan dasar yang membutuhkan daya dukung tinggi, sedangkan butiran halus lebih mudah diratakan.
  • Pastikan material bersih. Hindari pasir yang banyak mengandung tanah liat, lumpur, sampah organik, atau akar tanaman karena dapat mengurangi kualitas urugan.
  • Sesuaikan dengan jenis pekerjaan. Urugan pondasi, halaman, jalan, maupun taman memiliki kebutuhan material yang berbeda.
  • Bandingkan harga dari beberapa pemasok. Selain memperoleh harga terbaik, Anda juga bisa membandingkan kualitas material yang ditawarkan.
  • Perhitungkan biaya pengiriman. Lokasi proyek yang jauh dari tambang dapat membuat harga per kubik menjadi lebih mahal dibandingkan harga materialnya sendiri.

Kesimpulan

Setiap jenis pasir urug memiliki karakteristik, sumber material, fungsi, dan kisaran harga yang berbeda. Pasir urug kasar cocok untuk lapisan dasar yang membutuhkan kekuatan tinggi, pasir urug halus ideal untuk meratakan permukaan, pasir urug campuran menawarkan keseimbangan antara kepadatan dan drainase, sedangkan pasir gunung dikenal memiliki butiran yang kuat berkat asalnya dari material vulkanik.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilihan material menjadi lebih tepat sasaran. Selain mempertimbangkan harga per kubik, kualitas pasir, kebersihan material, serta kesesuaian dengan kebutuhan konstruksi juga menjadi faktor penting agar hasil pekerjaan lebih awet, stabil, dan efisien dari sisi biaya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top