Hitung estimasi biaya tenaga kerja konstruksi berdasarkan sistem upah harian atau borongan, jumlah pekerja, durasi pekerjaan, volume, harga satuan, konsumsi, transportasi, dan biaya tambahan lainnya.
Kalkulator biaya tukang harian dan borongan adalah alat bantu untuk memperkirakan anggaran tenaga kerja dalam pekerjaan konstruksi. Perhitungan dapat dilakukan berdasarkan sistem upah harian maupun sistem borongan pekerjaan.
Dalam proyek pembangunan rumah, renovasi, pengecatan, pemasangan keramik, plesteran, acian, pasangan bata, pemasangan plafon, pekerjaan beton, hingga pekerjaan finishing, biaya tenaga kerja dapat menjadi bagian penting dari total anggaran konstruksi.
Perbedaan sistem pembayaran membuat rumus yang digunakan juga berbeda. Sistem harian bergantung pada jumlah orang, jumlah hari kerja, dan upah per hari. Sementara sistem borongan umumnya menggunakan volume pekerjaan dikalikan harga borongan per satuan.
Tukang harian dibayar berdasarkan jumlah hari kerja. Jika pekerjaan berlangsung lebih lama, total biaya tenaga kerja biasanya ikut meningkat. Sistem ini dapat memberikan fleksibilitas ketika lingkup pekerjaan masih berubah atau pemilik ingin mengatur pekerjaan secara bertahap.
Tukang borongan dibayar berdasarkan kesepakatan pekerjaan. Harga dapat dihitung berdasarkan volume seperti meter persegi, meter kubik, meter panjang, titik, unit, atau bentuk satuan pekerjaan lainnya.
| Aspek | Tukang Harian | Tukang Borongan |
|---|---|---|
| Dasar pembayaran | Hari kerja | Volume atau lingkup pekerjaan |
| Pengaruh durasi | Sangat berpengaruh | Tidak selalu langsung berpengaruh |
| Perhitungan | Orang × hari × upah | Volume × harga satuan |
| Risiko waktu | Lebih banyak ditanggung pemilik | Sebagian dapat beralih ke pelaksana |
| Cocok untuk | Pekerjaan fleksibel | Pekerjaan dengan lingkup jelas |
Perhitungan biaya tukang harian pada dasarnya menggunakan jumlah tenaga kerja, jumlah hari kerja, dan upah masing-masing tenaga kerja.
Jika terdapat pekerja atau kenek dengan tarif berbeda, perhitungannya dilakukan secara terpisah.
Setelah itu biaya tukang dan pekerja dapat dijumlahkan dengan konsumsi, transportasi, lembur, dan biaya tenaga kerja lainnya.
Sistem borongan lebih sederhana apabila volume dan harga satuannya sudah diketahui.
Misalnya volume pekerjaan pemasangan keramik adalah 80 m² dan harga tenaga kerja borongan adalah Rp75.000 per m².
Untuk mendapatkan estimasi yang lebih lengkap, biaya tenaga kerja dasar dapat ditambah dengan biaya operasional dan cadangan.
Misalnya sebuah pekerjaan renovasi membutuhkan 2 tukang dan 1 pekerja. Upah tukang adalah Rp150.000 per orang per hari, sedangkan pekerja menerima Rp100.000 per orang per hari. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 10 hari.
Biaya 2 tukang:
2 × 10 × Rp150.000 =
Rp3.000.000
Biaya 1 pekerja:
1 × 10 × Rp100.000 =
Rp1.000.000
Total upah tenaga kerja:
Rp3.000.000 + Rp1.000.000 =
Rp4.000.000
Jika konsumsi tenaga kerja sebesar Rp50.000 per hari, maka selama 10 hari:
Rp50.000 × 10 = Rp500.000
Biaya dasar sebelum cadangan: Rp4.000.000 + Rp500.000 = Rp4.500.000
Misalnya pekerjaan pemasangan keramik memiliki volume 100 m². Harga borongan tenaga kerja yang disepakati adalah Rp75.000 per m².
Volume pekerjaan: 100 m²
Harga borongan: Rp75.000/m²
Biaya borongan:
100 × Rp75.000 =
Rp7.500.000
Jadi estimasi biaya tenaga kerja untuk pekerjaan tersebut adalah Rp7.500.000 sebelum biaya tambahan atau cadangan.
Misalnya biaya dasar tenaga kerja adalah Rp5.000.000 dan Anda menyediakan cadangan sebesar 5%.
Maka estimasi anggaran yang disiapkan menjadi:
Cadangan bukan berarti biaya tersebut pasti akan terpakai. Fungsinya adalah memberikan ruang terhadap perubahan kondisi pekerjaan yang masih berada dalam batas wajar.
Saat membuat RAB atau anggaran pembangunan rumah, biaya tenaga kerja tidak selalu hanya berupa upah tukang. Tergantung kesepakatan proyek, terdapat beberapa komponen lain yang perlu diperhatikan.
Harga tukang bangunan dapat berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya. Faktor lokasi, jenis pekerjaan, tingkat kesulitan, pengalaman tenaga kerja, durasi proyek, kondisi lapangan, dan kesepakatan antara pemilik dengan pelaksana dapat memengaruhi harga.
Pekerjaan sederhana seperti pengecatan tentu mempunyai karakter berbeda dengan pekerjaan struktur beton, pemasangan rangka atap, pekerjaan batu, instalasi tertentu, atau finishing dengan tingkat ketelitian tinggi.
Karena itu kalkulator ini tidak menetapkan satu harga tukang sebagai harga universal. Pengguna memasukkan harga yang benar-benar berlaku pada proyeknya. Pendekatan tersebut lebih aman untuk estimasi biaya konstruksi karena harga tenaga kerja memang dapat berbeda berdasarkan kondisi lapangan.
Sistem harian dapat dipertimbangkan ketika pekerjaan belum mempunyai volume yang mudah ditentukan atau lingkup pekerjaan masih mungkin berubah. Pemilik juga dapat menggunakan sistem ini ketika ingin membayar tenaga kerja berdasarkan kehadiran dan waktu kerja.
Kekurangannya, apabila pekerjaan berlangsung lebih lama dari perkiraan, biaya tenaga kerja dapat meningkat karena jumlah hari kerja bertambah. Karena itu estimasi durasi pekerjaan harus dibuat secara realistis.
Sistem borongan dapat digunakan ketika lingkup pekerjaan dan volumenya sudah jelas. Misalnya pemasangan keramik, pengecatan berdasarkan luas bidang, pasangan bata, plesteran, acian, atau pekerjaan lain yang dapat dihitung menggunakan satuan tertentu.
Sebelum menyepakati harga borongan, pastikan definisi pekerjaan benar-benar jelas. Hal yang perlu disepakati antara lain volume, spesifikasi pekerjaan, material yang disediakan pemilik atau kontraktor, standar hasil pekerjaan, durasi, serta pekerjaan tambahan di luar lingkup awal.
Menghemat biaya tenaga kerja bukan berarti selalu mencari upah paling murah. Tenaga kerja yang murah tetapi menghasilkan pekerjaan yang harus diperbaiki dapat membuat total biaya justru lebih tinggi.
Istilah borongan perlu diperjelas karena dapat mempunyai cakupan berbeda. Borongan tenaga biasanya hanya mencakup biaya jasa tenaga kerja, sedangkan borongan plus material dapat mencakup tenaga kerja sekaligus material sesuai kesepakatan.
Kalkulator ini berfokus pada estimasi biaya tenaga kerja. Jika harga borongan yang Anda masukkan sudah termasuk material, jangan menjumlahkan material tersebut kembali ke hasil kalkulator karena dapat menyebabkan anggaran dihitung dua kali.
Pekerjaan yang diperkirakan selesai dalam 7 hari dapat berubah menjadi 10 hari karena cuaca, keterlambatan material, perubahan desain, atau kondisi lapangan. Sistem harian akan langsung terpengaruh oleh tambahan waktu tersebut.
Tarif tukang dan pekerja sering kali berbeda. Menggunakan satu tarif untuk seluruh tenaga kerja dapat membuat estimasi biaya menjadi kurang akurat.
Harga borongan harus disertai definisi pekerjaan. Jika tidak, pekerjaan tambahan dapat memunculkan biaya yang sebelumnya tidak masuk dalam anggaran.
Anggaran konstruksi tanpa ruang cadangan dapat lebih mudah terganggu ketika terjadi perubahan durasi atau pekerjaan tambahan.
Menghitung biaya tukang merupakan bagian penting dalam menyusun anggaran pembangunan dan renovasi. Sistem harian menggunakan jumlah pekerja, durasi, dan upah per hari, sedangkan sistem borongan menggunakan volume pekerjaan dan harga borongan per satuan.
Selain upah utama, biaya konsumsi, transportasi, lembur, pekerjaan tambahan, serta cadangan juga dapat memengaruhi total anggaran tenaga kerja. Dengan memasukkan komponen tersebut, estimasi biaya dapat dibuat lebih realistis dibandingkan hanya menghitung tarif tukang.
Kalkulator Penghitung Biaya Tukang Harian dan Borongan Costindo dirancang sebagai alat bantu perencanaan awal. Gunakan data harga dan volume yang benar-benar sesuai dengan proyek agar hasil estimasi lebih mendekati kondisi lapangan.
Hasil kalkulator bukan merupakan penawaran harga resmi atau pengganti kesepakatan kerja dengan tukang, mandor, kontraktor, atau penyedia jasa konstruksi. Harga tenaga kerja dapat berbeda berdasarkan lokasi, jenis pekerjaan, tingkat kesulitan, waktu pengerjaan, kualitas tenaga kerja, dan kondisi proyek.
Sebelum memulai pekerjaan, sebaiknya sepakati secara tertulis lingkup pekerjaan, sistem pembayaran, volume, harga, durasi, tanggung jawab material, pekerjaan tambahan, serta mekanisme pembayaran progres untuk menghindari perbedaan pemahaman selama proyek berlangsung.
Kalkulator Penghitung Biaya Tukang Harian dan Borongan dibuat oleh Costindo.