3 Langkah Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Bangunan

Costindo – Menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah atau bangunan lainnya adalah langkah yang cukup penting untuk proses perencanaan dalam bidang konstruksi, tujuannya agar material yang kita gunakan sesuai dengan standar proyek.

Dengan perhitungan yang tepat dapat meminimalisir pemborosan biaya, serta dapat mempercepat proses pemasangan.

Tanpa panjang lebar lagi, kita bisa langsung ke tahap awal dalam proses penghitungan berapa banyak baja ringan yang kita butuhkan untuk atap bangunan.

1. Siapkan Ukuran Bangunan

Sebelum memulai mengitung, pastikan kita sudah memuliki data ukuran seperti:

Contoh kita akan menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah 6×12.

  • Lebar Bangunan, contoh 6 meter
  • Panjang Bangunan, contoh 12 meter
  • Panjang Overstek, pada umumnya sekitar 1 meter’an
  • Tingkat Kemiringan, contohnya 35 derajat

Setelah data yang kita perlukan sudah siap semua, sekarang ke tahap selanjutnya yaitu menghitung menggunakan rumus.

Baca Juga: Anti Rugi! Menghitung Kebutuhan Pasir untuk Plester Lantai dengan Tepat

2. Rumus Menghitung Panjang serta Lebar

Rumus yang digunakan:

  • Panjang bangunan = Panjang rumah + 2x panjang overstek (dua kali panjang overstek)
  • Lebar bangunan = Lebar rumah + 2x panjang overstek (dua kali panjang overstek)

Contohnya seperti ini:

Di atas tadi kita sudah punya data lebar 6m, panjang 12m, dan overstek 1m.

Berarti cara menghitungnya seperti ini:

Panjang bangunan = 12 + (2 x 1) = 14 meter
Lebar bangunan = 6 + (2 x 1) = 8 meter

Setelah nilai P (panjang) dan L (lebar) sudah kita dapat, kita masuk ke tahap berikutnya.

Baca Juga: Cara Paling Mudah Menghitung Kubikasi Beton

3. Menghitung luas Atap Bangunan

Luas atap rumah dan bangunan menggunakan rumus sederhana seperti dibawah ini:

Luas = Panjang bangunan X Lebar Bangunan : Tingkat kemiringan

Contoh penerapannya:

Volume = 14 x 8 : 0,819 = 136,75 meter persegi (dibulatkan menjadi 137m)

Akhirnya kita sudah mendapatkan nilai untuk luas atap. Selanjutnya, kita akan menghitung jumlah atau banyaknya baja ringan yang kita butuhkan, kira-kira berapa batang ya?

Penting: Jika ada yang bingung kenapa nilai tingkat kemiringan 35 derajat kok bisa jadi 0,819 karena menggunakan nilai cos atau cosinus, berikut datanya:

  • 30 derajat = 0.866
  • 35 derajat = 0,819
  • 36 derajat = 0,819
  • 40 derajat = 0,766

4. Memilih Jenis Baja Ringan yang Sesuai

Oh iya, sebelum kita lanjut menghitung berapa banyak baja ringan yang kita butuhkan, kita akan memilih terlebih dahulu jenis baja ringan paling terkenal.

Setelah kita mendapatkan nilai untuk luas atap, selanjutkan kita akan menentukan jenis baja ringan sesuai dengan kebutuhan.

Kanal C

Kanal C adalah jenis baja ringan paling direkomendasikan untuk keperluan struktur rangka atap, selain memiliki ketahanan yang tinggi untuk menopang beban, juga anti rayap dan perubahan kondisi cuaca.

Rumus Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Kanal C

Kebutuhan Baja ringan = Luas Atap x 4 : Panjang baja ringan /m

Jika panjang per batang baja ringan adalah 6m, maka menghitungnya seperti ini:

Kebutuhan Baja ringan = 137 x 4 : 6 = 92 batang

Jadi, untuk atap rumah 6×12 membutuhkan 92 batang baja ringan.

Setelah jumlah kebutuhan baja ringan ketemu, sekarang kita masuk untuk menghitung estimasi biaya.

Untuk menghitung estimasi biaya kebutuhan rangka atap baja ringan, kita bisa menggunakan kalkulator baja ringan dibawah ini.

Kalkulator ini di desain untuk menghitung kebutuhan baja ringan yang dilengkapi dengan estimasi biaya. Hasilnya sangat tersetruktur dan mudah untuk dipahami.

Ringkasan utama

Hasil penghitungan dengan ukuran rumah 6×12 membutuhkan 92 batang baja ringan.

Ikutilah langkah-langkah di atas dengan cermat, supaya Anda bisa menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap dengan akurat dan tepat, selain itu pilihlah jenis baja ringan yang sesuai standar seperti Kanal C tersebut.

Penggunaan baja ringan untuk kerangka atap adalah langkah yang sangat tepat, selain ringan juga sangat kuat untuk menopang beban yang tinggi, anti korosi dan tahan terhadap cuaca.

Dengan penghitungan yang tepat, kita sudah meminimalisir pengeluaran biaya yang berlebih serta efisien dalam prosesn pemasangan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top